Hari Lingkungan Hidup Sedunia

HARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA

Oleh : Purnomo Rohim (NPA.Dw.28003)

Hari lingkungan hidup merupakan suatu peringatan dimana lingkungan hidup itu ternyata sangat dihargai sampai-sampai dimana-mana setiap tanggal 5 Juni berbagai kegiatan dan aksi dilakukan oleh berbagai kalangan untuk memperingati hari tersebut. Sejarah Hari Lingkungan Hidup Sedunia di awali oleh PBB yang melaksanakan konferensi lingkungan hidup yang dilaksanakan pada tanggal 5 Juni 1972 di Stockholm dan pada hari pembukaan konferensi hari lingkungan hidup juga di tetapkan sebagai hari lingkungan hidup dunia sekaligus untuk meningkatkan kesadaran global akan kebutuhan untuk mengambil tindakan lingkungan yang positif.

Dalam rangka merangsang kepedulian masyarakat dunia untuk menjaga lingkungan. Maka dari itu sampai sekarang  sudah 44 tahun setelah di resmikannya tanggal tersebut banyak sekali kegiatan yang dilaksanakan termasuk di Indonesia berbagai jenis kegiatan dilakukan untuk merangsang masyarakat peduli akan lingkungan.

Tetapi ketika segelintir orang peduli dan yang lainnya tidak memperdulikan sama saja bohong, karna semuanya perlu turun tangan untuk menanggapi permasalahan lingkungan hidup, memperingatinya dengan aksi dan kegiatan apapun tidak menjamin lingkungan hidup akan terjaga dan stabil

Terlihat saat ini kerusakan lingkungan sudah melampaui batas, mental masyarakat untuk peduli akan lingkungan sekitarnya saja itu sangat jarang sekali terbukti dengan sampah masih berserakan bahkan siaran-siaran TV saja jarang menyiarkan atau menampilkan film-film yang mengedukasi ataupun menginspirasi kita untuk menjaga lingkungan, malah lebih banyak menampilkan politik-politik, kriminal, sebenarnya bukan seperti yang dilakukan tapi menyadarkan akan pentingnya lingkungan itu yang lebih penting.

Saat ini permasalahan lingkungan bukan lagi persoalan yang bisa dianggap remeh, ketika pemanasan global semakin meningkat, yang berdampak pada mencairnya es di kutub utara, selain itu juga pertambangan merajalela yang mengakibatkan sumber penyerap polusi udara dan penghasil oksigen yaitu pohon kian hari semakin menipis. Karna keserakahan individu tanpa memikirkan dampak kedepannya sehingga kerusakan lingkungan sudah sangat sulit di atasi.

Kita menengok sedikit ke suatu ibukota di provinsi kalimantan timur yaitu Samarinda, bisa kita lihat di samarinda dalam 20 tahun terakhir ini, sungguh sangat miris sekali dahulu kota ini memiliki lahan terbuka hijau yang luas bahkan di tengah kota kita masih bisa menemui satwa-satwa liar seperti jenis Primata, Burung, Pesut, dan berbagai satwa lain yang sekarang hampir tidak pernah terlihat lagi di samarinda terkecuali jika kita berkunjung ke pinggiran kota yang masih memiliki sedikit hutan yang menyimpan sumber pakan bagi mereka.

Jelas hal itu salah satu bukti bahwa lingkungan samarinda sudah rusak dan sulit untuk dikembalikan. Saat ini cuaca tak menentu kapan hari hujan dan hari panas itu sudah tak lagi bisa dibaca tidak seperti dulu yang sudah pasti pada bulan sekian itu turun hujan dan pada bulan sekian itu panas sehingga hal ini berdampak pada pertanian di samarinda banyak para petani membuat irigasi buatan yang menggunakan mesin air untuk memenuhi kebutuhan air bagi tanaman mereka.

Sungai karang mumus yang membelah kota samarinda pun ikut kena imbasnya, sungai semakin dangkal, rumput mulai tumbuh dan menutup badan sungai sampah pun menjadi salah satu faktor pendangkalan dan pencemaran air sungai karena bahan-bahan seperti plastik, bekas sabun mandi, oli, bahan bakar, sudah tak asing lagi menjadi pemandangan sungai yang tercemar ini bahkan warna sungai pun sangat menyedihkan ketika air pasang sungai berwarna kuning dan ketika air surut sungai menjadi warna hitam dan mengeluarkan bau yang sangat tajam. Betapa mirisnya hal ini,

Ketika sungai yang fungsinya menjadi pemasok air bersih bagi makhluk hidup, menjadi jalur transportasi air, menjadi tempat hidupnya biota-biota air tawar, mencukupi kebutuhan air bagi satwa-satwa, tempat bermain bagi para anak-anak kecil. Tapi, sekarang apa ucapan terimakasih kita atas ciptaan tuhan itu yang saat ini menjadi kotor dan tercemar ? apa yang bisa kita lakukan ?

Walaupun lingkungan kita saat ini bisa di bilang sangat miris hal yang bisa kita lakukan adalah memulai menumbuhkan rasa peduli itu dari diri kita sendiri dan menyadarkan orang-orang terdekat kita untuk perduli terhadap lingkungan ini.  Kalau bukan kita siapa lagi ? kalau bukan sekarang kapan lagi ?

Singgungan-singgungan kecil kadang perlu kita berikan pada oknum masyarakat yang menyepelekan pentingnya lingkungan bagi hidup kita tapi yang terpenting bagaimana orang sekeliling kita dan orang banyak diluar sana sadar akan pentingnya lingkungan hidup bagi kesejahteraan makhluk hidup.

Titip Pesan untuk para pembaca saat kalian memiliki kekuasaan gunakanlah hak kekuasaan itu untuk kembali merawat lingkungan kita ini, bila kalian memiliki anak ajarkan anak kalian untuk menjaga dan merawat lingkungan ini, bila kalian memiliki organisasi rangsang anggota kalian untuk mau merawat lingkungan terutama dari diri pribadi,  ketika satu orang menyadarkan satu orang lainnya dan yang lain menyadarkan yang lainnya lagi maka yakinlah hari dimana kita bisa kembali menghirup udara segar dengan sepuas puasnya, dan ketika kita ke sungai terlihat anak-anak kecil bermain dengan riangnya.

SALAM LESTARI,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

RAWATLAH ALAM MU

RAWATLAH LINGKUNGAN MU

UNTUK ANAK CUCU DAN KETURUNAN KITA DIMASA YANG AKAN DATANG

JANGAN BIARKAN INDAHNYA ALAM INI, SEGARNYA OKSIGEN INI HANYA MENJADI DONGENG YANG MENEMANI TIDUR MEREKA.

LESTARIII….. LESTARII…. LESTARIII…. LESTARILAH ALAM KU

Manusia, Karbon, dan Atmosfer.

Mein uap generasi pertama sebagai mesin yang menjadi momentum awal berubahnya wajah bumi.
Mein uap generasi pertama sebagai mesin yang menjadi momentum awal berubahnya wajah bumi.

 

Karbon (C) unsur dalam ilmu kimia yang ada setiap organisme yang ada di bumi ini, menjadi unsur pokok dalam tubuh manusia, menjadi “pondasi dasar dalam” setiap tubuh manusia, bergabung dengar unsur-unsur lainnya membentuk senyawa-senyawa lainnya, kuantitas karbon yang sendiri bergabung dengan 2 unsur oksigen, merubah kualitasnya menjadi gas buang hasil sistem pernafasan.

Karbon (zat arang) dengan unsur-unsur lainnya membentuk organisme-organisme hari ini hasil dari evolusi jutaan tahun termasuk manusia (Homo sapiens), hasil yang terus berevolusi tanpa akhir atau akhir yang belum diketahui.

Manusia dan karbon yang bernomor atom 6 pada tabel periodik adalah satu kesatuan yang jika dipisahkan wajah bumi akan berubah drastis. Begitu juga manusia dengan alamnya. Sama halnya dengan organisme-organisme lainnya, seakan-seakan menjadi semen dalam bangunan pencakar langit di New York.

Bukan hanya berada dipermukaan bumi yang berada dalam organisme hidup tapi juga terpendam dalam lapisan-lapisan tanah didalam permukaan bumi, berbentuk bahan baku energi yang dipakai manusia beberapa peradaban silam hingga era digitalisasi yang menuntut manusia menggali energi terus-menerus.

Karbon yang tertanam di dalam lapisan tanah berbentuk batubara, minyak dan gas tersebut dipindahkan manusia dari dalam menuju atmosfer sebagai sisa aktivitas konversi energi untuk memenuhi keinginan manusia di era serba listrik ini.

Batubara sebagai bahan baku pennggerak mesin uap mulai marak dugunakan oleh peradaban manusia dengan momentum Revolusi Industri, diakhir abad 18, di tanah Inggris, dengan prasyarat Revolusi Agung abad 17 yang memaksa raja-raja Inggris harus tunduk pada Bill of Rights, yang juga membuka keran pasar bebas. Yang artinya membuka keran karbon untuk berpindah ke atmosfer.

Merubah kondisi soial ekonomi masyarakat bumi menjadi era konsumerisme, diakibatkan oleh mudahnya manusia memproduksi kebutuhan-kebutuhan hidupnya,`asal ada alat tukar (uang) manusia bisa memuaskan keinginannya.

Apa yang terjadi diatmosfer?

Sebelum sampai di atmosfer, ada baiknya kita menyaksikan bagaimana proses bumi digali dari proses pencarian hingga pemanfataan energi yang menghasilkan limbah jahat.

Untuk menggali diperlukan untuk membersihkan vegetasi yang ada diatasnya, sama seperti manusia, hutan juga terdiri dari karbon, tanpa mengindahkan adab hidup bersama, segelintir manusia mengirimkan karbon-karbon yang tersimpan dihutan dengan pembakaran.

Paska diambil dari tanah, batubara dibawa ke pabrik pengolahan menjadi listrik, dengan sisa pembakaran berupa gas-gas yang mengandung partikel-pertikel pembunuh alam.

Ratusan tahun karbon-karbon itu mengukung panas matahari yang tak digunakan oleh organisme-organisme di bumi yang seharusnya terlempar balik ke luar angkasa, namun malah dijebak oleh karbon dan senyawa-senyawa lainnya penyebab efek rumah kaca. Bumi secara global memanas atau pemanasan global. Suhu rata-rata bumi meningkat perlahan, dan perlahan bula membunuh organisme-organisme yang ada di bumi.

Kabar baiknya kita adalah makhluk yang menangkap kesadaran dari realitas yang terjadi. Menyimpulkannya dalam kalimat “PEMANASAN GLOBAL ITU NYATA” sama seperti revolusi industri yang menjadi momentum awal kerusakan bumi secara perlahan. Mampukan manusia menggaungkan revolusi-revolusi lainnya untuk satu bumi yang lestari? Pilihan ada ditangan kita sebagai Homo sapiens.

Earth Day, Jangan Jadikan Ritual Belaka.

 

 

Tepat tanggal 22 April seluruh dunia merayakan hari bumi, perayaan non agama yang dirasa cukup besar. Dimulai di Amerika Serikat tahun 1970 oleh Gaylord Nelson yang menginkan dunia memberi fokus lebih kepada masalah lingkungan hidup. Dan direspon massa dengan berkumpul dijalan-jalan New York dengan mengecam para perusak lingkungan.

Hari bumi sediri dikelola oleh lembaga nirlaba internasional yaitu Earth Day Network dengan website earthday.org , target yang mereka canangkan adalah menanam 7,8 milyar pohon sampai tahun 2020 yang berarti 1 orang 1 pohon.

Apa esensi sebenarnya dari earth day?

Naiknya isu lingkungan sebagai topik dunia beberapa tahun belakangan ini merupakan sebuah hasil yang positif bagi perjuangan lingkungan, namun disinilah kita mesti mewaspadai situasi tersebut, banyaknya selebrasi dalam merayakan earth day jangan sampaimenjadikan earth day sebagai ajang gaya-gayaan saja.  Dikarenakan karateristik manusia milenia sekarang hanya melihat suatu ajang dari segi keramaiannya saja bukan momentum untuk berubah.

Earth Day memang sebagai hari dimana kita terbantu fokus untuk bersuara kepada massa luas tentang bahaya kerusakan lingkungan, tapi bagaimana selanjutnya apakah hanya satu hari saja? Lalu apa yang harus dilakukan agar penyuara-penyuara ini tidak dicap sebagai manusia-manusia yang paling peduli pada lingkungan tapi satu hari saja?

Earth Day Network sudah memberikan cara pada kita bagaimana merayakan Earth Day dengan menanam 1 pohon untuk 1 orang hingga tahun 2020 atau menjadikan ritual lanjutan setelah selebrasi earth day dengan menanam pohon sebanyak mungkin.

Tapi yang lebih penting sebelum bersuara adalah pahami teori-teori lingkungan yang ada sebelum kita bersuara ke massa luas, agar kita tidak menjadi pemimpi  disiang bolong.

Jadikan Earth Day sebagai momentum untuk berubah dengan kurangi pemakaian plastikmu, daur ulang sampahmu, dan TANAM POHON.

Ditulis oleh 30-006.

Desa Untuk Alam Lestari

 

 

Dengan prinsip modal seminimal mungkin, dan laba sebanyak-banyak, jelas porsi lingkungan diabaikan oleh perusahaan, dan bagaimana lahan itu dikembalikan petani-petani komunal? efek lingkungan akan terasa seperti apa?

 

Warisan yang diberikan oleh para penjajah berabad silam masih terasa oleh warga pribumi, pribumi kehilangan tanah, akibat peraturan yang memaksa dijaman kolonial. Bangsa asing datang dengan misi gold, glory,gospelnya menjelajah dunia –dunia dibelahan bumi lain untuk memenuhi kebutuhan mereka, kebutuhan akan keserakahan-keserakahan dalam versi yang berbeda. Merampas tanah pribumi dan memaksa pribumi bekerja untuk orang-orang londo.

70 tahun sudah negara ini merdeka, Indonesia mencoba melepas diri dari warisan-warisan kolonial, warisan yang memaksa kita menjadi penonton dirumah sendiri. Dan kini apakah warisan itu sudah kita kubur? Tidak, entah mungkin ketidakbecusan parlemen yag dalam posisi ini, atau hegemoni asing yang didoktrinkan orde baru selama 32 tahun akhirnya membuat pribumi menjadi orang asing di ibu pertiwi.

Reforma agraria, digalakan ketika era Soekarno memimpin. UU agraria kolonial digantikan dengan Undang-Undang Pembaruan Agraria (UUPA) hal tersebut membuat angin segar kepada si pribumi agar kembali mesra dengan ibu pertiwi.

Tapi apakah semua berjalan dengan rencana? Tidak, hingga saat ini masih ada beberapa konflik-konflik atas lahan, antara perusahaan dengan warga setempat. Kekacauan tersebut ketika keran modal asing masuk lewat Soeharto dengan UUPMA-nya. Modal yang masuk membuat pribumi harus memberikan tanah-tanah yang mereka punya. Jadilah mereka semakin asing.

Saat perusahaan mengolah lahan, dengan  logika dan prinsip modal seminimal mungkin dengan laba semaksimalnya. Jelas untuk laba yang maksimal, porsi lingkungan pun turut dikurangi oleh pihak perusahaan dalam melakukan produksi. Hasilnya adalah kerusakan lingkungan kerap terjadi dimana-mana.

Apakah dengan reforma agraria kerusakan lingkungan dapat dikurangi? Menurut referensi yang dibaca oleh Martua T. Sirait (Alumni/Anggota Luar Biasa Mapflofa) deforesatasi akan tetap terjadi selama 5 tahun diawal, karena petani akan mencoba membuka lahan untuk bercocok tanam, hingga mereka rasa lahan yang mereka garap cocok. Setelah 5 tahun kejadian deforesatasi tersebut akan berkurang dengan sendirinya.

Selain itu reforma agraria juga mencegah urbanisasi yang menambah beban kota, yang dimana seharusnya lahan terbuka hijau di kota-kota besar harus lestari berubah menjadi pemukiman untuk para pendatang tersebut, dengan maraknya urbanisasi akbat orang-orang desa yang tidak punya lahan untuk digarap, akhirnya mereka lebih memilih untuk mengadu nasib dikota menjadi buruh upahan rendah.

Lingkungan memang tidak bisa lepas dari rantai roda ekonomi manusia, maka dari itusudah seharusnya manusia-manusia ditempatkan sejajar dalam pengelolaan lingkungan lestari. Karena alam adalah tubuh anorganik manusia, begitulah kata filsuf dan ekonom dari Jerman di abad ke-19.

Ditulis oleh 30-006

HASIL INTERVIEW DAN NAMA SUCI CALON ANGGOTA(CA) XXXI MAPFLOFA FAHUTAN UNMUL

HASIL INTERVIEW DAN NAMA SUCI CA XXXI MAPFLOFA FAHUTAN UNMUL

 

NO NAMA NAMA SUCI NILAI KET
1 Ahmad Uhid Rizky Sus barbatus 69 Lulus
2 Asep Sulaiman Elphas maximus borneensis 64 Lulus Bersyarat
3 Ilham Presbytis rubicund 65 Lulus
4 Pudak Arum Assiri Eusideroxylon zwageri 81 Lulus
5 Aldi Rintah Lanthanotus borneensis 65 Lulus
6 Awang Yoga Smith Pardofelis badia 71 Lulus
7 Andhika Kurniawan Barbourula kalimantanensis 68 Lulus
8 Kontanisius Martinus Merang Lobi Neofelis nebulosa 71 Lulus
9 Risky Iriani Coelogyne pandurata 64 Lulus Bersyarat
10 Dedy Suhardi Buceros vigil 73 Lulus
11 Rafi Dea Purnomo Leptoptilos Javanicus 65 Lulus
12 Diki Hermawan Chelonia mydas 64 Lulus Bersyarat
13 Arung Aulia Pujangga Orcaella brevirostris 68 Lulus
14 Bahyu Setyawan Pongo pygmaeus 63 Lulus Bersyarat
15 Dahusnanda Prasetya Eretmochelys imbricate 67 Lulus
16 Doni Hasiholan Limbong Hylobates muelleri 63 Lulus Bersyarat
17 Mohammad Said Bos javanicus 63 Lulus Bersyarat

 

FloraPedia edisi Pertama

mapflofapedia

Mengenal Jenis Pohon Bersama Para Ahli

Rabu 3 februari 2015, Kami melakukan Pengenalan jenis Bersama Bpk.paulus matius Ibu.Hastaniah Dosen fahutan Mulawarman sekaligus Pembina kami di Mapflofa, kami Melakukan Pengenalan Jenis pohon di Hutan pendidikan Unmul Samarinda dan di temani salah satu Staff di hutan pendidikan Samarinda Yaitu Mas Mitho ,Kami sangat terkejut karena Hampir Semua Pohon dihutan pendidikan samarinda Beliau tau , Kami Mendapat kan sekitar 49 jenis pohon di pembalajaran kali ini , ternyata sangat tinggi keragaan Jenis di kalimantan ini , dan kami pun Termotivasi ingin Menjadi mas Mitho menjadi ahli jenis tumbuhan , memang membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menjadi ahli jenis , beliau sempat bercerita kepada kami di sela kami melakukan pengenalan jenis kata beliau “sering sering liat pohon nya aja ” jadi semakin sering kita pengenalan jenis semakin kita tahu itu pohon apa , dan tidak kalah hebat nya juga Dosen kita Bpk. paulus matius dengan Ibu. Hastaniah menjelaskan bagaimana cara menbedakan pohon satu dengan pohon lain nya , kami ucapkan terima kasih kepada Bpk. paulus matius , ibu hastaniah , dan mas mitho yang  telah meluangkan waktu nya untuk pengenalan jenis pohon kali ini ,mudah mudahan pengenalan jenis pohon tidak sampai disini saja melainkan dilakukan secara berkala , harapan kami tiap 2 minggu sekali ada pengenalan jenis ini bersama para ahli karena sangat menarik sekali untuk mengetahui jenis jenis pohon di indonesia khusunya kalimantan .

Sampai disini dulu yaaa , maaf kan ai kalo tulisan nya kurang bagus karna masih belajar hehe

penulis : Divisi Flora

Mahasiswa Penyayang Flora Fauna Fahutan Unmul